You are here:

Program Diploma Pelayaran Universitas Hangtuah Surabaya

Laboratorium

E-mail Print PDF

 

Lab. Bridge Simulator 

Lab. LABSA

Syarat utama bagi para pekerja baik yang profesional maupun semi-profesional di Indonesia adalah kemampuan berbahasa asing dan kemampuan komputer. Dan hal yang sangat ditekankan dilapangan adalah kemampuan berbicara / mendengarkan. Mengingat dari seluruh wilayah nusantara hanya 30 % dari lulusan SMU yang melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi ( 70 %nya terjun langsung dalam lapangan kerja ), kemampuan dalam hal tersebut (berkomunikasi) dalam lapangan kerja paling tidak dalam tingkat seimbang pemakaiannya, dan paling tinggi tidak lebih dari kemampuan untuk membaca dan menulis ( biasanya cenderung berorientasi ke tingkat akademi). Sangat jelas bahwa sekarang alokasi waktu untuk mempraktekan kemahiran berbahasa dalam program belajar di sekolah kurang, padahal itu adalah kunci utama yang harus diperhatikan

Model baru yang mana saja di Indonesia sekarang harus memperhatikan beberapa faktor berikut;

- akuisisi praktek kemampuan berbahasa (praktek berbicara, mendengarkan dan memahami suara dari penutur asli, meningkatkan keberanian),
- ukuran kelas (saat ini jumlah maximum siswa adalah 48 orang), fleksibilitas gaya mengajar (pendekatan komunikatif oleh guru bahasa tidak tercermin dalam model rancangan sekarang ini),
- kemampuan memonitor dan bekerja dengan masing-masing siswa (dalam semua bentuk pelajaran),

Model laboratorium bahasa baru, berdasarkan pelaksanaannya, mempunyai potensi yang secara keseluruhan dapat meningkatkan kwalitas program belajar bahasa melalui;
- Meningkatkan rasio guru/siswa secara makro dan pelatihan ketrampilan khusus juga untuk ---penilaian ketrampilan siswa secara perseorangan.
- Meningkatkan fleksibilititas cara mengajar.
- Persiapan untuk role-playing (memainkan peran) dan berinteraktif secara langsung untuk -menambah sesi praktek berbicara / mendengar dan membantu meningkatkan rasa percaya diri --siswa (ditengah-tengah laboratorium model U ini)
- Menghilangkan sekat antara para siswa selama waktu praktek untuk menstimulasi siswa -berinteraksi sehingga mendorong perkembangan rasa percaya diri.
- Meningkatkan akses guru ke siswa untuk memonitor maupun membantu selama latihan cloze dan menulis/ mendengar.
- Meningkatkan pengenalan akan alat bantu mengajar (papan tulis, OHP, dll)
  

 

Perpustakaan

Peran Perpustakaan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkattkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sisitematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.[1]
[sunting]
Tujuan perpustakaan

Tujuan perpustakaan adalah untuk membantu masyarakat dalam segala umur dengan memberikan kesempatan dengan dorongan melelui jasa pelayanan perpustakaan agar mereka:
a. Dapat mendidik dirinya sendiri secara berkesimbungan;
b. Dapat tanggap dalam kemajuan pada berbagai lapangan ilmu pengetahuan, kehidupan sosial dan politik;
c. Dapat memelihara kemerdekaan berfikir yang konstruktif untuk menjadi anggota keluarga dan masyarakat yang lebih baik;
d. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir kreatif, membina rohani dan dapat menggunakan kemempuannya untuk dapat menghargai hasil seni dan budaya manusia;
e. Dapat meningkatkan tarap kehidupan seharihari dan lapangan pekerjaannya;
f. Dapat menjadi warga negara yang baik dan dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan nasional dan dalam membina saling pengertian antar bangsa;
g. Dapat menggunakan waktu senggang dengan baik yang bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan sosial.[2]

 

Laboratorium. Nautika

Lab. RADAR ARPA / GMDSS
A maritime radar with Automatic Radar Plotting Aid (ARPA) capability can create tracks using radar contacts. The system can calculate the tracked object's course, speed and closest point of approach (CPA), thereby knowing if there is a danger of collision with the other ship or landmass.
A typical ARPA gives a presentation of the current situation and uses computer technology to predict future situations. An ARPA assesses the risk of collision, and enables operator to see proposed maneuvers by own ship.While many different models of ARPAs are available on the market, the following functions are usually provided:
a. True or relative motion radar presentation.
b. Automatic acquisition of targets plus manual acquisition. Digital read-out of acquired targets which provides course, speed, range, bearing, closest point of approach (CPA, and time to CPA (TCPA).
c. The ability to display collision assessment information directly on the PPI, using vectors (true or relative) or a graphical Predicted Area of Danger (PAD) display.
d. The ability to perform trial maneuvers, including course changes, speed changes, and combined course/speed changes. Automatic ground stabilization for navigation purposes.
e. ARPA processes radar information much more rapidly than conventional radar but is still subject to the same limitations.
f. ARPA data is only as accurate as the data that comes from inputs such as the gyro and speed log.

Radio GMDSS Digital Selective Calling (DSC) on MF, HF and VHF maritime radios as part of the GMDSS system. DSC is primarily intended to initiate ship-to-ship, ship-to-shore and shore-to-ship radiotelephone and MF/HF radiotelex calls. DSC calls can also be made to individual stations, groups of stations, or "all stations" in one's reach. Each DSC-equipped ship, shore station and group is assigned a unique 9-digit Maritime Mobile Service Identity.

DSC distress alerts, which consist of a preformatted distress message, are used to initiate emergency communications with ships and rescue coordination centers. DSC was intended to eliminate the need for persons on a ship's bridge or on shore to continuously guard radio receivers on voice radio channels, including VHF channel 16 (156.8 MHz) and 2182 kHz now used for distress, safety and calling. A listening watch aboard GMDSS-equipped ships on 2182 kHz

 

Lab. Bahari
Laboratorium Bahari digunakan sebagai lab. pengenalan dan pengetahuan tentang jenis dan fungsi kapal, peralatan dan perlengkapan kapal. Sehingga Taruna dan Taruni AMC memiliki wawasan luas tentang kebaharian.

 

Lab. Navigasi
  

Laboratorium Teknika

Lab. Mesin Kapal
Laboratorium mesin kapal merupakan salah satu laboratorium penunjang dari beberapa laboratorium di jurusan teknika. Laboratorium mesin kapal merupakan salah satu sarana untuk mahasiswa diadalam pemahaman dan riset tentang sistem permesinan yang ada dikapal dan system pengerak utama di kapal.

 

Lab. Listrik, Elektronika & Sist. Kontrol
memiliki meja peraga praktikum elektronika daya dan beberapa meja praktikum sistem kontrol yang diliengkapi dengan instrumentasi ukur, komponen praktikum,



Workshop
Adalah merupakan praktek kerja bengkel yang diharapkan taruna/I dapat mengerti, memahami, serta menggunakan peralatan-peralatan bengkel, mengerjakan dan membuat suatu alat kerja, mengenal dan dapat mengoperasikan beberapa mesin – mesin perbengkelan sebagai bekal dalam dunia kerja.

Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (KPN)

Lab. KPN
Laboratorium Export import

Adalah meliputi aspek-aspek dan system perdagangan internasional, praktek dalam perdagangan ekspor-impor, memahami sejarah perdagangan internasional, comperative cost, terms of trade, sales contract, prosedur ekspor-impor, document ekspor-impor UCPDC 500, fasilitas pembiayaan ekspor-impor dll.

Last Updated ( Tuesday, 06 October 2015 08:26 )